Konversi Nilai
Konversi adalah adalah kegiatan mengubah atau mengolah skor mentah menjadi huruf. Jika tidak ada kegiatan konversi ini, maka nilai tidak bisa dinterpretasikan. Konversi nilai dapat dilakukan dengan menggunakan Mean dan SD atau dikenal juga dengan batas lulus Mean (Mean = SD). Cara yang kedua adalah dengan Mean Ideal dan SD Ideal atau Remmers. Untuk cara pertama, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari nilai Mean dan SD, kemudian menentukan besarnya SUD (Skala Unit Deviasi), dan langkah terakhir adalah menentukan batas atas dan batas bawah.
Standar penilaian yang sering digunakan dalam menilai hasil belajar peserta didik terbagi menjadi 3 macam yaitu standar seratus (0-100), standar sepuluh, dan standar empat (1-4) atau dengan huruf (A-B-C-D). Sedangkan skor baku baik skor z maupun skor T, jarang digunakan. Standar-standar tersebut (z dan T) hanya digunakan untuk keperluan khusus, misalnya untuk menganalisis kecakapan seseorang dibandingkan dengan orang lain dan membandingkan dua skor yang berbeda standarnya.
Konversi nilai dapat dilakukan dari standar seratus ke standar sepuluh dan ke standar empat, atau bisa juga dari standar sepuluh ke standar seratus atau ke standar empat. Dalam konversi nilai digunakan dua cara, yakni cara yang menggunakan rata-rata dan simpangan baku dan cara tanpa menggunakan rata-rata dan simpangan baku. Penjelasannya yaitu sebagai berikut :
1. Konversi Tanpa Menggunakan Nilai Rata-Rata Dan Simpangan Baku
Cara pertama ini yaitu sangat sederhana sebab menentukan konversi nilai dengan berdasaran pada penentuan kriteria yang disebutkan di atas. Perhatikan tabel dibawah ini!!!
|
Skor (%) |
Nilai konversi |
|||
|
Huruf |
Standar 10 |
Standar 4 |
||
|
(90-99)(80-89)(70-79) (60-69) Kurang dari 60 |
A/B/C D E (Gagal) |
10/9/8/7 6 Gagal |
4/3/2 1 Gagal |
|
Contoh penggunaan:
Misalkan kepada siswa berikan tes fisika dalam bentuk tes objektif pilihan ganda sebanyak 60 soal. Jawaban yang benar diberi skor satu sehingga skor maksimum yang dicapai siswa adalah 60. Berdasarkan kriteria di atas, konversi nilai dalam standar huruf, standar sepuluh dan standar empat adalah sebagai berikut :
|
Skor Mentah |
Nilai konversi |
||
|
Huruf |
Standar 10 |
Standar 4 |
|
|
54-60 |
A |
9/10 |
4 |
|
48-53 |
B |
8 |
3 |
|
42-47 |
C |
7 |
2 |
|
36-41 |
D |
6 |
1 |
|
Kurang dari 36 |
Gagal |
Gagal |
Gagal |
|
|
|
|
|
2. Konversi Nilai Dengan Menggunakan Nilai Rata-Rata Dan Simpangan Baku
Konversi nilai ini perlu dihitung terlebih dahulu nilai rata-rata dan simpangan baku yang diperoleh siswa. Kriteria yang digunakan untuk melakukan konversi skor mentah ke dalam standar 10 adalah sebagai berikut…..
M + 2,25 S = 10
M + 1,75 S = 9
M + 1,25 S = 8
M + 0,75 S = 7
M + 0,25 S = 6 M = nilai rata-rata
M - 0,25 S = 5 S = Simpangan baku (deviansi standar)
M - 0,75 S = 4
M - 1,25 S = 3
M - 1,75 S = 2
M - 2,25 S = 1
Contoh:
Tes diberikan kepada siswa dalam bentuk tes objektif sebanyak 90 soal. Setiap soal yang dijawab benar diberi skor satu sehingga skor maksimum yang dapat dicapai siswa adalah 90. setelah diperiksa, ternyata skor yang paling tinggi mencapai 50 dan skor terendah 30. nilai rata-rata (setelah dihitung) adalah 40 dan simpangan bakunya 4,0.
Dengan menggunakan rumus atau kriteria tersebut, diperoleh nilai dalam standar sepuluh sebagai berikut :
Standar 10
40 + (2,25) (4,0) = 49 10
40 + (1,75) (4,0) = 47 9
40 + (1,25) (4,0) = 45 8
40 + (0,75) (4,0) = 43 7
40 + (0,25) (4,0) = 41 6 (batas lulus)
40 - (0,25) (4,0) = 39 5
40 - (0,75) (4,0) = 37 4
40 - (1,25) (4,0) = 35 3
40 - (1,75) (4,0) = 33 2
40 - (2,25) (4,0) = 31 1
Konversi lainnya adalah konversi skor mentah ke dalam standar huruf dan standar empat. Dalam standar ini huruf A setara dengan 4, artinya istimewa; huruf B setara dengan 3, artinya memuaskan; dst. Kriteria yang digunakan pada dasarnya tidak berbeda dengan kriteria untuk konversi nilai ke dalam standar 10.
Secara sederhana untuk nilai C berada pada nilai rata-rata atau deviasi standar nol. Untuk menentukan kedudukan nilai, perlu dicari batas bawah dan batas atas setiap nilai. Ukuran atau kriterianya adalah sebagai berikut :
Nilai Batas bawah Batas atas
D M – 1,5 S M – 0,5 S
C M – 0,5 S M + 0,5 S
B M + 0,5 S M + 1,5 S
A M + 1,5 S M + 2,5 S
Contoh :
Apabila berdasarkan perhitungan diperoleh nilai rata-rata (M) = 40 dan simpangan baku (S) = 10, mak konversi nilainya menjadi:
Batas bawah D = 40 – 1,5 (10) = 25
Batas bawah D = 40 – 0,5 (10) = 35
Dst., maka hasilnya adalah:
Skor Nilai
25-35 D (1)
36-45 C (2)
46-55 B (3)
56-60 A (4)
DAFTAR RUJUKAN RANGKUMAN
Sudjana, D. N. (2013). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Dr. Supriyadi, M. (2013). EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA. Gorontalo : UNG Press Gorontalo.
Dr. Zulkifli Matondang, M. (2009). Evaluasi Pembelajaran. Medan: Program Pascasarjana Unimed (Universitas Negeri Medan).
Komentar
Posting Komentar